Malang, 3 Juli 2025. Untuk mendukung program pengawasan internal dan mendukung tata kelola risiko di UM serta kebutuhan pengawasan kehadiran pegawai di UM, Badan Pengawasan Internal (BPI) melaksanakan kegiatan koordinasi terkait pengembangan aplikasi Whistleblowing System (WBS), Risk Register (RR) Peta Risiko, Monitoring dan Evaluasi (Monev) Risiko di SPI-ON, serta integrasi Data Presensi Pegawai di aplikasi SPI-ON Universitas Negeri Malang (UM). Kegiatan ini berlangsung pukul 10.00–12.00 WIB bertempat di ruang rapat Badan Pengawasan Internal (BPI) UM. Koordinasi ini merupakan bagian dari upaya penguatan pengawasan internal dan pengelolaan risiko secara digital dan terintegrasi di lingkungan UM.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala BPI UM, Prof. Dr. Sugiharto, M.S., CRA, AIFO, CILA, serta dihadiri oleh Ketua Bidang Tata Kelola dan Manajemen Risiko Ence Surahman, M.Pd., Ph.D., Ketua Bidang SDM BPI Lutfiah Ayundasari, S.Pd., M.Pd., CRA, CILA, dan Ketua Sarana, Prasarana dan Aset Novi Trisnawati, S.E., M.S.A., CRA, CILA. Selain itu, hadir pula para auditor BPI serta Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK) UM Eko Wahyu Setiawan, S.S., M.M. beserta tim pengembang aplikasi PTIK.
Diskusi berfokus pada pembahasan grand design, blue print, dan konsep rancangan pengembangan aplikasi WBS dan SPI-ON agar dapat mengakomodasi kebutuhan pengawasan internal yang lebih komprehensif. BPI UM merencanakan pembaharuan aplikasi WBS untuk pelaporan dugaan pelanggaran. Kemudian perlu adanya penambahan fitur Risk Register dan manajemen risiko untuk pemetaan dan mitigasi risiko, serta Monev Risiko untuk membantu unit dalam mengevaluasi pengendalian risiko secara berkala. Selain itu, dimunculkan juga gagasan untuk menghubungkan data presensi pegawai sebagai bagian dari pengawasan kepegawaian.
Pengembangan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi kerja auditor dan pengawas internal, tetapi juga menjadi alat bantu strategis bagi setiap unit kerja dalam mengelola risiko dan menjamin tata kelola yang baik. Oleh karena itu, masukan dari berbagai bidang di BPI sangat penting untuk memastikan kebutuhan masing-masing bidang dapat terakomodasi dalam desain sistem yang tengah dirancang bersama tim PTIK.
Sebagai tindak lanjut, akan dilakukan koordinasi lanjutan dengan unit-unit lain yang sistemnya akan saling terhubung dengan WBS, SPI-ON, seperti kepegawaian, keuanngan, perencanaan, Satgas PPKS, Komite Etik Penelitian, Komite Etik Akademik, Komite Etik Kepegawaian, dan unit kerja pelaksana kegiatan. Kegiatan ini menunjukkan komitmen BPI UM dalam mengembangkan sistem pengawasan internal berbasis teknologi informasi yang adaptif, responsif, dan relevan dengan kebutuhan tata kelola universitas yang modern dan akuntabel (BPI).


