Malang, 15 Oktober 2025 — Universitas Negeri Malang (UM) resmi meluncurkan Aplikasi Peta Risiko (Risk Register-RR) dan Monitoring Evaluasi Risiko (MR) bersamaan dengan kegiatan Workshop Pemetaan dan Mitigasi Risiko Unit Kerja di Universitas Negeri Malang (UM). Acara ini berlangsung di Aula L2 Perpustakaan UM, Jl. Semarang No. 5 Malang, dan dihadiri oleh para pimpinan unit kerja, Wakil Dekan 2, Sekretaris Lembaga, Para Koordinator Tata Usaha, dan para Sub Koordinator Tata Usaha serta auditor di lingkungan BPI UM.
Manajemen Risiko di UM sudah menjadi bagian penting dari tata kelola lembaga yang baik dalam mendukung perwujudan good university governance, hal itu dibuktikan dengan komitmen pimpinan universitas yang menjadikan aktivitas dan program manajemen risiko sebagai bagian dari target kinerja para pimpinan unit kerja dengan Rektor.
Dalam laporannya, Kepala Badan Pengawasan Internal (BPI) UM, Prof. Dr. Sugiharto, M.S., CRA, AIFO, CILA, menegaskan bahwa penguatan budaya manajemen risiko merupakan bagian penting dari tata kelola universitas yang baik.
“Sejak 2019, UM telah membangun fondasi budaya manajemen risiko. Tahun 2025 ini menjadi momentum penting karena aplikasi risk regiester ini dapat dikembangkan secara digital dengan dukungan penuh dari Pusat TIK UM,” ujar Prof. Sugiharto.
Sementara itu, Direktur SDM UM, Dr. Titis Shinta Dhewi, S.P., M.M., dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada tim BPI dan PTIK UM atas inisiatif dan kolaborasi dalam mengembangkan aplikasi berbasis digital ini.
“Aplikasi Risk Register dan Monitoring Risiko akan sangat membantu unit kerja untuk lebih mudah mengidentifikasi, menganalisis, dan memantau risiko secara sistematis dan terintegrasi,” ungkap Dr. Titis.
Momen launching ditandai dengan pemutaran video perkenalan aplikasi RR dan MR, yang dikembangkan melalui platform spi-on.um.ac.id dengan fitur tambahan khusus untuk pengisian dan analisis risiko oleh risk officer dan risk owner di setiap unit kerja. Sistem ini memungkinkan proses berjenjang mulai dari input risiko oleh unit kerja, otorisasi pimpinan, validasi oleh BPI, hingga penyusunan peta risiko universitas yang nantinya dilegalisasi oleh Rektor UM.
Acara peluncuran berlangsung meriah dan disambut antusias oleh para peserta. Setelah launching, kegiatan dilanjutkan dengan refreshing materi manajemen risiko yang dipandu oleh Ketua Bidang Tata Kelola dan Manajemen Risiko BPI, Ence Surahman, S.Pd., M.Pd., Ph.D. Dua narasumber dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Timur, yakni Alfiandry, Ak., CA., CGCAE dan Rusli Effendi, S.E., memaparkan konsep dan prinsip manajemen risiko serta berbagi pengalaman penerapan aplikasi manajemen risiko di BPKP. Selepas istirahat, kegiatan dilanjutkan dengan pengisian Risk Register oleh para risk officer dari masing-masing unit kerja (BPI).


